Fashion Show – SCBD

Mengganggu Lintas SCBD, Polisi melarang ‘Cat-Walk’ di Zebra Cross

Catwalk SCBD cr : google

Cat-Walk di depan zebra cross di Dukuh Atas Jakarta Pusat (Jakpus) menjadi tren. Polisi memperingatkan bahwa peragaan busana di penyeberangan pejalan kaki melanggar hukum. “Jelas tidak (saya tidak setuju dengan zebra cross sebagai peragaan busana),” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin saat dihubungi, Jumat (22 Juli 2022).

Dia menunjukkan bahwa zebra cross memiliki fungsi utama membiarkan orang menyeberang jalan. Penggunaan lain dari penyeberangan akan berdampak pada kondisi lalu lintas. “Jalan penyeberangan itu untuk pejalan kaki dan ada aktivitas dari kendaraan yang lewat. Jadi kalau ada aktivitas menggunakan kendaraan di pinggir jalan, itu melanggar aturan,” ujarnya.

Komarudin mengatakan, pihaknya mengunggulkan kreativitas anak muda. Namun, menurut dia, lokasi tersebut tidak sesuai. “Mampu berkarya dengan baik merupakan salah satu bentuk kreativitas anak muda, namun jika buruk bisa mencari tempat yang tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan ketertiban umum,” ujarnya. Selain itu, Komarudin mengatakan pihaknya membubarkan peragaan busana. Dia mengatakan pembongkaran akan dilakukan selama ada aktivitas yang mengganggu. “Kemarin kami membubarkan dan akan terus kami pantau operasionalnya.

Kemampuannya (pembubaran permanen) akan tetap ada selama ada pelanggaran aturan yang ada,” katanya. Menurutnya, semua pihak harus ikut memantau penggunaan angkutan umum (Fasum), termasuk fenomena “Citayam Fashion Show” di zebra cross. Dia mengatakan akan ada tindakan tegas jika ada pelanggaran hukum di daerah tersebut. “Seperti yang saya katakan, dalam menanggapi fenomena ini, semua pihak harus berpartisipasi dengan kemampuan terbaiknya. Masalah pelanggaran ketertiban umum tentu saja Satpol PP, masalah yang berkaitan dengan pelanggaran hukum. polisi,” katanya.

Pemerintah kota mengerutkan kening di trotoar untuk peragaan busana, sebelumnya, Pemerintah Pusat Kota (Pemkot) Jakarta menyatakan bahwa trotoar Jalan Tanjung Karang di kawasan stasiun metro Dukuh Atas bukanlah tempat peragaan busana. Pemerintah Pusat Jakarta telah menegaskan bahwa trotoar adalah fasilitas umum untuk umum. “Sesuai dengan fungsi trotoar untuk jalan, jangan mengadakan zebra cross. Tolong bantu pejalan kaki lainnya. Bukan hanya mereka yang menggunakannya, tapi pejalan kaki lain juga diganggu. hopper,” kata wakil walikota Jakarta Pusat. Irwandi, dikutip Antara, Jumat 22 Juli). Anies tidak melarang peragaan busana di Zebra Cross Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak ada larangan penggelaran Citayam Fashion Week di zebra cross yang melintasi kawasan Dukuh Atas. Ia mencontohkan, belum ada surat aturan operasional yang disebut Citayam Fashion Week. Anies Baswedan berbicara di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22 Juli).

Anies mengatakan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan zebra cross untuk kompetisi mode. Dikatakannya, hingga peraturan tersebut diterbitkan, tidak ada larangan terhadap kegiatan tersebut. “Kalau ada surat dinas berarti peraturan, kalau tidak ada surat dinas ya bukan peraturan. Bagaimana bisa ditegakkan atas dasar kalau tidak ada surat dinas yang menanganinya,” jelasnya. “Selama tidak ada regulasi, tidak ada larangan,” lanjutnya.

telegacor.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s